Offline Marketing Sudah Tidak Efektif?!

Offline Marketing Sudah Tidak Efektif?!

Seperti yang kita tahu, di masa digital saat ini strategi pemasaran dalam industri bisa dicoba oleh kita dan ada 2 macam media, yaitu online dan offline. Online marketing menggambarkan salah satu sistem yang digunakan buat mempromosikan produk serta jasa lewat internet. Berbeda dengan offline marketing yang menggambarkan strategi pemasaran lewat non- internet. Semacam Iklan di Televisi, Majalah, bilboard, poster, Dll.

Manakah Yang Lebih Efisien?

Saat ini banyak industri besar yang mulai melaksanakan online marketing melalui bermacam media semacam Facebook Ads, Google Ads, Instagram, serta SEO. Tetapi, di tengah populernya online marketing, apakah offline marketing masih efisien buat dijalankan?

Sesungguhnya, offline marketing masih senantiasa dibutuhkan walaupun online marketing lagi terkenal serta membagikan pengaruh besar untuk warga. Sebab, Online marketing tidak bisa menjangkau segala susunan warga.

Walaupun pengguna internet menggapai 3 milyar orang, tetapi masih terdapat susunan warga yang tidak/ belum paham internet. Maksudnya, dari total 7 milyar penduduk dunia terdapat 4 milyar orang yang masih belum aktif internet. Jadi, buat menjangkau 4 milyar orang tersebut, senantiasa dibutuhkan offline marketing. Atau sederhana nya, pengguna internet di Indonesia sendiri pun belum menjangkau seluruh kota bahkan desa. Kota dan pulau besar memang sudah bisa menikmati jaringan internet cepat, tapi area desa di pedalaman, belum tentu. Bahkan mungkin warga nya sendiri belum paham soal internet.

Offline marketing dari Televisi, radio sampai pesan berita masih efisien untuk iklan. Contohnya, buat para orang tua yang tidak paham tentang internet, mereka hendak memperoleh seluruh data lewat Televisi, radio ataupun pesan berita tersebut. Ingat, pemilik tv lebih banyak daripada pemilik komputer, smartphone.

Jadi, walaupun online marketing mempunyai akibat yang besar untuk media promosi, tetapi hal tersebut tidak membuat offline marketing jadi tidak bermanfaat. Offline marketing senantiasa diperlukan buat menjangkau susunan warga yang masih belum memakai internet.

Perilaku masyarakat Indonesia yang belum terbiasa belanja online juga menjadi faktor. Contoh, 60% transaksi terjadi diluar website. Artinya, ketika Anda masuk ke toko online, pilih barang, dan ada opsi untuk hubungi CS, yang kita lakukan adalah hubungi CS, dan belanja lewat chat ketimbang langsung di website.

Kesimpulan: Kombinasi kan penggunaan online dengan offline. Promosi via internet, namun latih customer service Anda untuk menghadapi konsumen yang suka transaksi diluar website.

Categories: Internet Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*